Dilema UMR atau Upah Minimum terhadap Bisnis UKM

Dalam dunia bisnis kelas kecil, UMR dan usaha kecil menengah ternyata mempunyai kaitan yang sangat erat. Bagaimana dua hal yang berbeda ini saling terkait? Pertama, kita pahami dulu apa itu usaha kecil menengah.

Definisi dari usaha jenis ini adalah usaha yang berkekayaan maksimal dua ratus juta rupiah. Nominal ini bersih. Tempat untuk usaha maupun tanah tidak diikutsertakan dalam kriteria ini. Usaha juga disebut kecil menengah bila memiliki pendapatan maksimal satu milyar setiap tahun dan berdiri sendiri. Maksudnya, perusahaan tersebut bukan merupakan cabang atau perwakilan wilayah dari suatu perusahaan yang lebih besar.

Tenaga Untuk Memproduksi Barang
Suatu usaha yang dijalankan tentu membutuhkan tenaga untuk memproduksi barang yang akan dierdarkan di pasaran. Perekrutan pegawai untuk bekerja di perusahaan kecil ini berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar yang ada.

Pendidikan terakhir yang dibutuhkan biasanya tamatan Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Umum. Yang diandalkan dalam bekerja biasanya adalah keterampilan dan kecepatan menghasilkan barang. Gaji yang diterima pun berbeda.

Pada umumnya, karena usaha jenis ini tergolong kecil, gaji akan berada di bawah perusahaan besar. Di sini lah benang merah antara UMR dan usaha kecil menengah. Usaha kecil sebenarnya diwajibkan memberikan gaji kepada pegawai sesuai dengan jumlah yang ditentukan oleh pemerintah sebagai batas minimal.

Bekerja Lebih Keras
Karena omset atau pendapatan yang diterima pemilik usaha memang tidak begitu besar, gaji yang diberikan tidak sesuai dengan standar.

Dengan tuntutan untuk menyetarakan jumlah gaji dengan standar minimal yang ada, para pengusaha kecil kemudian bekerja keras untuk menaikkan pendapatan. Dalam usaha peningkatan pendapatan ini, bukan hanya pemilik usaha saja yang bekerja keras.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Justru pegawai lah yang dituntut untuk lebih cepat untuk bekerja dan menawarkan barang.

Saat nominal standar gaji naik, para pegawai seakan-akan mendapat angin segar dan berharap mendapat gaji yang lebih besar. Namun, kenyataan tidak seindah bayangan. Karena ketidakmampuan perusahaan dalam menggaji karyawan, maka diadakan pemangkasan jumlah karyawan. Ini menjadi dampak pahit hubungan antara UMR dan usaha kecil menengah.

Para pegawai yang dibuai mimpi gaji lebih besar malah kehilangan pekerjaan. Kemudian, pegawai yang beruntung untuk bertahan di perusahaan tersebut memang mendapat gaji yang lebih besar. Namun, karena terbatasnya dana, para pegawai yang bertahan ini akan dijejali dengan pekerjaan-pekerjaan yang semakin menumpuk.

Contohnya jika biasanya seorang pegawai konveksi kecil sebelumnya bertugas menjahit pakaian saja, kini harus bisa menjahit, menyablon dan membordir baju. Dengan banyaknya tugas yang diberikan, waktu bekerja semakin panjang dan energi fisik berkurang. Tidak sedikit dari pegawai yang akhirnya jatuh sakit dan mengundurkan diri. Yang terburuk dari hubungan UMR dan usaha kecil menengah adalah ditutupnya usaha tersebut atau gulung tikar.

GRATIS - Materi pelatihan : Bagaimana Cara Menghasilkan 40 Juta/Bulan dari Internet. JANGAN DI-KLIK.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!