Kenapa Bisnis Waralaba Sering Mengalami Kegagalan

Banyak yang sukses dengan membeli franchise, artinya bisnis waralaba yang dibeli berjalan sesuai dengan harapan, dimana target penjualan sampai masa Break Event Point (BEP) dan sampai ROI (Return On Investment) dapat terlampaui.

Kegagalan dalam sebuah bisnis waralaba bisa dari faktor franchisor atau dari franchisee atau faktor akumulasi dari kedua belah pihak.

Untuk sisi franchisor, kadang karena bisnis yang dia tawarkan belum terbukti menguntungkan, tapi sudah berani menawarkan konsep waralaba kepada calon investor. Belum tentu bisnisnya sudah dapat dikatagorikan sebagai waralaba/ franchise bisa jadi hanya sekedar dalam bentuk kemitraan.

Tidak sedikit juga para investor yang membeli waralaba mengalami kerugian ditengah usahanya. Secara logika sebuah bisnis itu ibarat pohon uang bagi si-empunya-nya, jika sebuah bisnis di jual, pasti ada alasan khusus mengapa bisnis mereka di jual.

Bisnis dengan sistem franchise yang dijual tersebut ternyata tidak menghasilkan keuntungan atau usaha franchise yang dibeli tersebut tidak laris manis dan tidak mencapai target penjualan.

Beberapa faktor penyebab kegagalan bisnis franchise/ waralaba di Indonesia adalah:

Target penjualan tidak tercapai
Faktor-faktor penyebab kegagalan franchise yang paling utama adalah kegagalan meraih target penjualan yang memadai, hal ini biasanya karena tempat usaha yang kurang strategis.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Kurangnya dukungan dari perusahaan franchise
Kurangnya support dari penjual franchise kepada franchisee misalnya dalam dukungan promosi, manajemen dan lain-lain sehingga terkesan franchisee berjalan sendiri juga menjadi kendala bagi, dan ada juga yang mengatakan karena naiknya harga bahan baku dan inflasi yang berimbas pada lemahnya daya beli masyarakat secara umum.

Anggapan orang tentang keuntungan bisnis franchise atau waralaba. Banyak pembeli waralaba yang berfikir bahwa membeli waralaba itu artinya tinggal terima untung saja dan terlalu mengharapkan franchisor yang bekerja atau telalu berharap pada sistem yang bekerja. Marketing strategy for franchise business.

Padahal seharusnya franchisee itu juga ikut kerja keras memajukan garainya, dan mengawasi sistem apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak. Apalagi jika bisnis yang dimasuki adalah bisis makanan yang itemnya banyak dan sangat perlu diatur manajemen logistiknya, mengingat makanan hanya tahan beberapa hari sebelum rusak. Jadi jangan sampai terbuang percuma.

Kesulitan dalam modal awal
Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Kadang karena modal awal untuk membeli franchise tersebut yang terlalu mahal sehingga banyak orang yang tidak mampu membelinya.

Mahalnya biaya bahan baku
Sebagian besar pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan spesial dengan si pemilik waralaba. Harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Jika anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, bisa jadi malah mereka akan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

Masalah modal
Para pelaku atau pembeli waralaba harus mendanai sendiri usaha franchise ketika di tengah jalan mereka mengalami kesulitan keuangan. Anda akan bergantung pada pada diri sendiri dalam hal modal. Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

Kurang inovasi bahkan tidak pernah melakukan inovasi
Para pelaku bisnis waralaba, setelah mereka membeli bisnis tersebut maka reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, hal ini bisa membuat frustasi. Jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan.

Bisnis waralaba tidak bisa dibuat inovasi dan mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba jika anda ingin melakukan inovasi terhadap produk yang anda jual.

Kendala lokasi pemasaran
Salah satu kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, hal ini karen lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis. Pada intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan. Kendala inilah yang mungkin menjadi masalah bagi anda saat menjalankan bisnis waralaba atau franchise.

GRATIS - Materi pelatihan : Bagaimana Cara Menghasilkan 40 Juta/Bulan dari Internet. JANGAN DI-KLIK.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!