Tips Bagaimana Menggunakan Smartphone secara Smart

Artikel ini merupakan kontribusi dari guest blogger bernama Daniel Nagata

Anda tentu sudah kenal dengan ponsel pintar atau yang sering disebut smart phone. Kalau belum kenal, kenalan dulu dong biar makin tambah pintar.
Ya, ponsel pintar (smart phone) adalah sebuah alat tercanggih abad ini yang diciptakan serta didesain khusus untuk memudahkan penggunanya melakukan berbagai hal.

Contohnya melakukan panggilan (voice call dan video call), kirim pesan singkat (SMS), bersosialisasi di sosmed, googling, chatting dengan teman lama, dan bla bla bla.

Namanya juga ponsel pintar, udah pasti memiliki otak pintar diatas rata-rata penggunanya, iya kan? Itupun kalau si penggunanya mampu mengendalikan, sehingga ponsel pintar menjelma menjadi ponsel cerdas.

Namun lebih dari itu semua, pernahkah Anda membayangkan jika ponsel pintar yang dimiliki menjadi begitu idiot? Dan seperti apa pula kondisinya sehingga bisa menjadi idiot?

Nah, uneg uneg ini yang akan coba saya sampaikan kepada pembaca sekalian dan mudah-mudahan ini tidak terjadi pada Anda semua termasuk saya.
Mau tau lebih lanjut penyebab ponsel pintar menjadi IDIOT dan bagaimana cara mengatasinya? Sebelum membaca lebih lanjut siapin dulu mata, hati, telinga dan pikiran dengan secangkir inspirasi.

Penyebab Ponsel Pintar Menjadi Idiot
Untuk mengetahui penyebabnya, dapat kita lihat dari 2 sisi yaitu dari si pengguna (user) dan smart phone itu sendiri.

Sekarang mari kita tinjau penyebab ponsel pintar menjadi idiot yang pertama atau dari sisi pengguna (user) diantaranya:

1. Pengguna (user) tidak cukup mahir memanfaatkan fitur yang tersedia sehingga banyak fitur dan kecanggihan tidak berfungsi maksimal, alias berfungsi sebagai ponsel biasa (telp dan sms).

2. Tidak ada energi (lowbat atau kemasukan air) yang membuatnya pintar, alias menjadi idiot berkelanjutan. Makanya sekarang diciptakan smartphone tahan baterai dan tahan air sehingga bisa diajak mandi. Gimana mau pintar kalau ponselnya nyala aja susah, sama aja idiot kan? Marketing and branding strategy for your business.

3. Kuota data internetnya habis, ini yang paling parah sob. Beli ponsel pintar mampu, perawatannya malah tak mampu.

4. Ponsel pintar Cuma buat ngeluh aja, nggak nemuin solusi. Jika Driver Gojek gunakan smartphone buat cari duit masa lo masih aja gunakan smartphone buat ngeluh doang? Move on dong!

Sedangkan penyebab idiot dari sisi ponselnya sendiri antara lain?
1. Prosesor, Operating System (OS), Memory dan fitur kurang mumpuni alias dibawah standart, sedangkan instalasi aplikasinya aja seabrek, kagak nahan cuy…dalam hal ini perlu di upgrade, kayak iklan OLX kali ya????

2. Ponselnya memang tidak pintar alias abal-abal. Maklum, nggak bisa beli yang branded (bermerek) dan bisanya cuma beli replika mas bro.

3. Ponselnya nggak maknyus, alias CUMI: cuma minjam, cuma minta, cuma misscall, cuma mirip, cuma mikir, cuma ikut-ikutan dan cuma cuma yang lain.
Kesimpulan

Secara garis besar, dapat kita simpulkan bahwa penyebab idiot sebuah ponsel pintar adalah ketidakmampuan user dalam memaksimalkan fitur dan kurang cermat dalam memilih yang sesuai keperluannya. Sederhanyanya cuma ikut-ikutan. Mumpung lagi trend, gak ikut ya gak gaul, jadinya mati gaya!

Trik Memaksimalkan Ponsel Pintar menjadi Ponsel Cerdas
Kalau cuma pintar mah itu udah biasa, saatnya kita pilih yang cerdas. Karena menurut pada ahli, yang pintar belum tentu cerdas, sedangkan yang cerdas udah pasti pintar. Pilih Pintar atau Cerdas?

Jadi sekarang bukan saatnya pilih ponsel pintar tapi ponsel cerdas. Iseng-iseng gunakan google translate, Ponsel Cerdas diterjemahkan menjadi Smartphone sedangkan Ponsel Pintar diterjemahkan menjadi Smart Phone.

Hampir setiap hari saya menjumpai teman-teman menggunakan 2 ponsel sekaligus. Yang 1 ponsel butut dan atunya lagi ponsel cerdas. Dari keduanya, yang paling aktif adalah ponsel butut dan jadul, smartphone mah kalah jauh.

Kenapa ini bisa terjadi? Dan setelah saya perhatikan, ponsel butut dan jadul berfungsi buat nelp dan sms doang sedangkan smartphone buat berselancar internet, chatting, facebookan, twitteran dan buat nampang doang.

Terbukti, karena kuota yang lumayan mahal, akhirnya beli kartu perdana yang harganya cukup murah dan khusus buat internetan. Pas kuota habis, kartu langsung dibuang dan ganti lagi sama kartu perdana yang baru.

Praktis kan (habis pakai baung bungkusnya) dan lama-lama ini juga bisa bikin user jadi idiot lho…

Saatnya pilih yang CERDAS. Cerdas dalam berpikir dan bertindak, cerdas dalam mengendalikan ponsel (jangan sampai dikendalikan ponsel ya), cerdas emosional, spiritual dan finansial.

Berikut ini beberapa trik yang bisa Anda coba agar Ponsel Pintar yang Idiot menjelma Menjadi Ponsel Cerdas.

Trik cerdas #1. Gunakan ponsel cerdas untuk bersosialisasi dan memperluas jaringan/networking, baik melalui sosmed maupun berbagai komunitas.
Smartphone tidak cuma buat FB, update status bukan keluhan doang, atau asik main FB sambil kerja.

Agan Billy Boen bilang, jika mau insting bisnis makin kuat musti banyak baca dan banyak berteman. Jaringan dan wawasan yang luas akan menciptakan peluang.

Trik cerdas #2. Saat orang lain menggunakan ponsel untuk sesuatu yang konsumtif, ubahlah pola pikir Anda menjadi produktif. Hebatnya lagi, smartphone mampu membiayai dirinya sendiri bahkan menjadi sumber penghasilan alternatif.

Misalnya jualan online atau meningkatkan omzet lewat BBM, WA, FB. Bisa juga untuk menjalankan aplikasi digital lain seperti affiliasi marketing dan sharing informasi yang inspiratif.

Trik cerdas #3. Menjual smartphone, disaat permintaan meningkat, tentu ini merupakan peluang besar kita untuk menjadikan smartphone sebagai alat penghasil uang, simple kan?

Nggak punya modal, jangan khawatir, jadi reseller smartphone atau paling banter jalankan affiliasi marketing aja. Kuncinya harus kreatif, supaya kretif harus banyak baca dan banyak bergaul.

Trik cerdas #4. Berpikirlah bahwa Smartphone juga buatan manusia, jadi pasti ada kelemahannya. Agar tidak menjadi IDIOT, jangan ketergantungan sama smartphone apalagi dikendalikan oleh smartphone.

Akan jauh lebih penting berbincang dengan orang di samping Anda saat bertemu dengannya ketimbang sibuk dengan Smartphone. Jika smartphone Anda menjadi idiot, maka Anda juga akan segera menyusul.

Demikian ulasan singkat tentang Po